Produk

1. BATIK TANCEP

Batik Tancep atau dikenal dengan nama Batik Tulis Tancep merupakan kerajinan batik yang dihasilkan oleh pengrajin batik di Gunungkidul. Proses pembuatannya masih tradisional dengan pembuatan motif secara manual dan pewarnaan dengan bahan alami. Pemasaran Batik Tancep ini sementara mengikuti pasar batik yang ada disekitarnya yaitu Yogyakarta dan Solo karena pembeli beelum banyak yang datang langsung ke lokasi atau pusat pembuatan.
Sentra Industri Batik Tancep Ngawen Gunungkidul banyak ditemui di desa Sendangrejo, kecamatan Ngawen, kabupaten Gunungkidul. Batik tancep merupakan kerajinan batik khas Ngawen Gunungkidul.harganya mulai dari Rp 50.000,00-200.000,00.
                                         2.BATIK WALANG

Merupakan salah satu karya batik dengan desain motif khas Gunungkidul yang ekplor anatomi atau bentuk tubuh hewan eksotik Walang dan Daun Jati emas hijaunya Gunung Kidul, yang tersusun dalam formasi motif lung-lungan hijau yang mengandung harapan Gunungkidul Handayani akan tumbuh subur dan ijo royo-royo. Batik motif Walang Jati Kencono ini oleh Pemkab Gunungkidul, ditetapkan sebagai seragam batik sekolah dan pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Gunungkidul, yang dikenakan setiap hari Kamis dan Jum’at.harganya mulai dari Rp 55.000,00-200.000,00
                                     3.BATIK MOTIF BUAH NAGA
Buah naga mempunyai warna yang cerah, dan memberi kesan ceria. Penggunaan motif buah naga pada batik mempunyai makna secara estetika, yaitu menyampaikan keindahan secara individual, seni kolektif, kreatif dan keindahan yang mengandung unsur nilai ekonomi.banyak diminati kaum prempuan,karena warnanya yang sangat menarik.Harganya Rp 60.000,00-100.000,00

                               4.MOTIF JEJERAN PRAHU BARON
Motif ini menggambarkan barisan perahu. Jejeran perahu yang berbaris rapi ini, melambangkan kehidupan yang seiring dan berirama. Menggambarkan masyarakat Gunungkidul menjalani hidup yang penuh makna dan saling beriringan di tengah perbedaan yang ada.harganya Rp 30.000,00-80.000,00 

5 Motif babon angrem, terinspirasi dari ayam betina yang sedang mengerami telurnya
Motif ini adalah motif klasik yang merupakan warisan kerajaan Mataram. Babon anggrem adalah gambaran ayam betina yang sedang mengerami telurnya, diartikan sebagai seorang ibu yang sedang mengandung hendaknya memiliki rasa kesabaran dan kasih sayang agar kelak anak yang dikandungnya akan mewarisi sifat tersebut.Maka dari itu, batik ini sering digunakan pada saat acara tujuh bulanan atau kelahiran ibu hamil.harganya Rp 80.000,00-300.000,00
            6.Motif walang sinanding jati
Walang jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia berarti belalang. Sinanding berarti disandingkan dan jati diambil dari pohon jati. Menggambarkan bahwa belalang dan pohon jati merupakan ciri khas dusun pembuat batik ini.harganya mulai dari Rp 40.000,00-100.000,00
7. Motif batik karang dan rumput laut. Terinspirasi dari alam sekitar Gunungkidul
Motif karang dan rumput laut melambangkan kekuatan dan kesuburan. Motif ini menggambarkan Gunungkidul adalah kabupaten yang mempunyai kekuatan dan tanah yang subur sehingga rakyatnya makmur.harganya mulai dari Rp 40.000,00-300.000,00
8. Motif udang, terinspirasi dari kekayaan laut di Gunungkidul
Motif ini melambangkan air melimpah. Seperti kita ketahui, Kabupaten Gunungkidul memiliki panjang pantai yang luas terletak di sebelah selatan dan berbatasan dengan Samudera Hindia. Hal ini memungkinkan Gunungkidul mempunyai potensi hasil laut dan wisata yang besar dan terbuka untuk dikembangkan.harganya mulai dari Rp 70.000,00-300.000,00
9.Motif bledak, terinspirasi dari alam sekitar Gunungkidul
Motif bledak sebenarnya mempunyai beberapa jenis salah satunya motif bledak Sido Mukti Luhur yang merupakan warisan Keraton Yogyakarta. Motif ini ternyata memiliki arti filosofi, Sido Mukti yang berarti gembira.
Biasanya digunakan untuk menggendong bayi, yang diharapkan mampu memberi kebahagiaan ketika menggendong bayi sehingga bayi pun akan merasakan kegembiraan dan ketenangan.harganya mulai Rp 30.000,00-50.000,00

Tidak ada komentar:

Posting Komentar